Perayaan akbar tersebut dijadwalkan berlangsung secara meriah selama lima hari berturut-turut, mulai Rabu, 28 Oktober hingga Minggu, 1 November 2026.
Mengusung tema "Merawat Akar Budaya, Menenun Kejayaan Badau", agenda perayaan tahun ini dirancang padat dengan berbagai kegiatan seni, budaya, serta perlombaan rakyat yang melibatkan partisipasi aktif seluruh kalangan masyarakat.
Rangkaian acara akan dibuka secara resmi pada Rabu, 28 Oktober 2026, dilanjutkan dengan aneka kompetisi tradisional maupun modern, hingga mencapai malam puncak penutupan pada 1 November 2026.
Sejumlah atraksi budaya dan perlombaan khas diprediksi akan menyedot antusiasme warga serta pengunjung.
Di antaranya yakni Lomba Makan Bedulang tradisi makan bersama khas Belitung yang sarat akan nilai kekeluargaan, serta lomba nutok padi (menumbuk padi secara tradisional).
Selain itu, kemeriahan juga disemarakkan oleh pawai karnaval budaya, lomba senam kreasi, cerdas cermat, hingga fashion show.
Tak hanya pada siang hari, setiap malamnya panggung perayaan akan diisi dengan pagelaran seni tradisional dan pertunjukan hiburan musik untuk menghibur masyarakat setempat serta wisatawan.
Kepala Desa Badau, Irawan Sumantri, berharap momentum peringatan ke-173 tahun ini dapat memperkuat identitas budaya serta memacu kemajuan desa di berbagai sektor.
"Semoga dengan Hari Jadi Desa Badau yang ke-173 ini, Desa Badau semakin maju dan sejahtera, serta terus menunjukkan jati dirinya sebagai Badau Berbudaya dan Badau Berjaya," ujar Irawan Sumantri.
Melalui perayaan ini, Pemerintah Desa Badau mengundang seluruh masyarakat Kabupaten Belitung dan sekitarnya untuk hadir meramaikan serta mengapresiasi kekayaan tradisi lokal yang terus dijaga kelestariannya.***
