⚡ TRENDING Memuat berita terbaru...
Tentang Kami • Kontak • Iklan
Beranda › Berita Terkini › Diduga Ledakan Mortir Tempat Penampungan Besi Tua di Air Merbau, Korban Kehilangan Tangan Kiri
belitung

Diduga Ledakan Mortir Tempat Penampungan Besi Tua di Air Merbau, Korban Kehilangan Tangan Kiri

author
Henderi ✓
Dipublikasikan: Oktober 25, 2026 • ⏱️ 5 menit baca
Diduga Ledakan Mortir Tempat  Penampungan Besi Tua di Air Merbau, Korban  Kehilangan Tangan Kiri


Belitung, gerubok.com- Sebuah insiden ledakan yang diduga berasal dari benda mirip mortir terjadi di tempat penampungan besi tua di Jalan Padat Karya, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, pada Minggu (25/10/2026).

Akibat peristiwa tersebut, korban bernama Syafi'i, seorang pengepul besi tua setempat, mengalami luka berat dan dilaporkan kehilangan tangan kirinya.

Saat ini, korban sedang menjalani perawatan medis intensif di RSUD dr. H. Marsidi Judono, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika Syafi'i tengah mengotak-atik sebuah barang besi tua yang baru saja dibelinya dari seorang tukang besi. 

Tak lama kemudian, benda yang diduga mortir tersebut meledak dan mengagetkan warga sekitar.

Sebelumnya, Unit Jinak Bom (Jibom) Batalyon B Satuan Brimob Polda Bangka Belitung (Babel) diterjunkan ke lokasi ledakan di sebuah tempat penampungan besi tua di Jalan Padat Karya, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Minggu (25/10/2026). 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka berat.

Kapolres Belitung AKBP Satria Darma mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Awalnya tadi sore sekitar pukul 16.00 WIB kami mendapat laporan adanya peristiwa ledakan. Personel Polres Belitung langsung meluncur ke lokasi dan mendapati satu orang korban dengan luka berat yang saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit," ujar AKBP Satria Darma.

Usai mengevakuasi korban ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis, pihak kepolisian segera mengamankan lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan Batalyon B Satbrimob Polda Babel guna proses sterilisasi.

"Kami menggandeng Unit Jibom Batalyon B Satuan Brimob Polda Babel guna menyelidiki penyebab pasti peristiwa ledakan ini. Saat ini tim sudah berada di lokasi untuk melakukan sterilisasi. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi untuk memastikan sumber dan penyebab pasti ledakan," kata Kapolres.

Berdasarkan pemeriksaan awal di TKP, korban diketahui berprofesi sebagai pengepul barang bekas. Ledakan mendadak tersebut diduga berasal dari salah satu benda besi tua yang sedang ditangani korban.

"Dugaan sementara, ada benda berbahan besi tua yang dikumpulkan korban mengalami ledakan saat proses penimbangan atau pemotongan. Namun kepastiannya masih menunggu olah TKP menyeluruh dari unit Jibom," jelas AKBP Satria Darma.

Saat ini, kepolisian memfokuskan tindakan pada penyisiran TKP untuk mengantisipasi potensi bahaya atau ledakan susulan, di samping mengumpulkan keterangan dari para saksi guna menyusun kronologi secara utuh.

"Yang paling utama saat ini adalah memastikan tidak ada potensi ledakan susulan di lokasi. Kami tidak ingin ada kejadian baru akibat kurangnya antisipasi," tegasnya.

Menyikapi insiden ini, Polres Belitung mengimbau seluruh lapisan masyarakat khususnya para pengepul barang bekas dan besi tua agar meningkatkan kewaspadaan saat memilah barang temuan.

"Apabila menemukan benda-benda mencurigakan yang menyerupai bahan peledak atau amunisi sisa perang, kami meminta masyarakat untuk tidak menyentuhnya dan segera melaporkan kepada pihak berwajib," imbau Kapolres.***




🔥 JANGAN LEWATKAN

REKOMENDASI REDAKSI