Belitung, gerubok com- Antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah tempat pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (20/9/2026).
Pemandangan ini tidak hanya terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) resmi, tetapi juga meluas hingga ke pengisian POM mini (Pompa Bensin Mini) warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean mengular salah satunya terjadi di POM mini kawasan Jalan Sijuk, Kecamatan Tanjungpandan. Sejumlah warga pengguna kendaraan bermotor mengaku harus mengantre demi mendapatkan BBM jenis Pertalite.
Kondisi kelangkaan dan sulitnya mengakses bahan bakar ini dikhawatirkan dapat mengganggu mobilitas harian warga.
Jika terus dibiarkan tanpa penanganan cepat, hambatan distribusi BBM ini berpotensi memicu perlambatan perputaran ekonomi daerah di Kabupaten Belitung.
Seorang warga lokal yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan bahwa kelangkaan BBM ini sudah berada pada taraf yang mengkhawatirkan. Ia berharap Pemkab Belitung bersama pihak terkait segera mengambil tindakan konkret.
"Kami meminta Pemerintah Kabupaten Belitung bergerak cepat mengatasi susahnya mendapatkan Pertalite ini. Masalah ini sangat berpengaruh pada perputaran ekonomi masyarakat di Belitung," ujar sumber tersebut.
Dampak krisis BBM ini juga dirasakan sangat berat oleh para pekerja harian. Kondisi semakin memprihatinkan setelah diketahui sebagian warga bahkan harus membeli bensin secara eceran dari pemilik kendaraan motor lain demi bisa berangkat bekerja.
Sumber lain yang juga tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya atas situasi ini.
"Kondisinya sangat menyedihkan. Demi bisa berangkat kerja, kami sampai harus membeli bensin dari kendaraan motor lain. Kalau tidak seperti itu, kami tidak bisa beraktivitas dan mencari nafkah," ungkapnya.
Masyarakat Belitung berharap Pemkab Belitung, Pertamina, dan instansi terkait segera melakukan evaluasi distribusi, menindak dugaan penyimpangan jika ada, serta memastikan pasokan BBM subsidi jenis Pertalite kembali normal demi menjaga kestabilan ekonomi daerah. ***
