⚡ TRENDING Memuat berita terbaru...
Tentang Kami Kontak Iklan
BerandaBerita TerkiniDiduga Dituduh sebagai "Pengerit" saat Mengisi BBM di SPBU Perawas, Warga Belitung Minta APH Turun Tangan
belitung

Diduga Dituduh sebagai "Pengerit" saat Mengisi BBM di SPBU Perawas, Warga Belitung Minta APH Turun Tangan

author
Henderi
Dipublikasikan: September 07, 2026 ⏱️ 5 menit baca

Diduga Dituduh sebagai "Pengerit" saat Mengisi BBM di SPBU Perawas, Warga Belitung Minta APH Turun Tangan


Belitung, gerubok.com- Kejadian tak menyenangkan dialami seorang pengendara saat hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Senin (7/9/2025). 

Korban merasa kesal setelah secara sepihak dituduh sebagai "pengerit" (pengumpul BBM subsidi) oleh pengendara lain.

Insiden ini bermula ketika korban bersama rekannya mendatangi SPBU Perawas menggunakan mobil untuk mengisi BBM jenis Pertalite sesuai prosedur resmi, yakni menggunakan pemindaian barcode atau QR Code.

Namun, saat proses transaksi berlangsung, seorang pengemudi mobil Avanza berwarna hitam tiba-tiba mengkonfrontasi dan menuduh korban sebagai pengerit BBM.

"Pertama saya mau isi pakai barcode atau QR Code, tidak lama kemudian ada pengemudi mobil Avanza hitam menuduh saya sebagai pengerit juga," ujar korban yang namanya tidak ingin disebutkan.

Meski merasa sangat kesal atas tuduhan tanpa alasan tersebut, korban memastikan situasi tetap terkendali dan tidak sampai terjadi tindakan kekerasan di lokasi kejadian.

Atas peristiwa ini, korban meminta Pemerintah Kabupaten Belitung serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak tegas menertibkan praktik pengerit BBM subsidi yang dinilai meresahkan warga agar tidak memicu konflik antrean di SPBU.

"Kami berharap pihak terkait, baik Pemkab Belitung maupun aparat penegak hukum, segera menindak tegas para pengerit yang ada di seluruh SPBU di Kabupaten Belitung, salah satunya di SPBU Desa Perawas ini," tegasnya. ***




🔥 JANGAN LEWATKAN

REKOMENDASI REDAKSI