Belitung, gerubok.com- Kelangkaan dan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite memaksa sebagian warga harus menghabiskan waktu hingga berjam-jam di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Meski situasi antrean panjang kerap memicu kelelahan dan kejenuhan warga, kondisi ini menjadi ladang rezeki tersendiri bagi pedagang kecil.
Di tengah terik matahari dan kepulan asap kendaraan, tampak seorang wanita muda berpenampilan tertutup masker gigih menawarkan dagangannya.
Perempuan bernama Ulan tersebut memanfaatkan momentum padatnya antrean di SPBU 24.334.126 Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung untuk berjualan minuman dingin.
"Di saat warga harus sabar menunggu giliran mengisi BBM, kehadiran pedagang seperti Mbak Ulan ini cukup membantu melepas dahaga," ujar salah satu warga yang berada di lokasi antrean.
Bagi Ulan, antrean panjang kendaraan bukan sekadar pemandangan rutin, melainkan peluang jujur untuk menyambung hidup.
Dengan ramah, ia menghampiri para pengendara sepeda motor yang sedang menanti gilirannya. Minuman segar yang dijualnya menjadi penawar dahaga yang dicari para pengendara di tengah cuaca terik.
Fenomena ini memperlihatkan sisi lain dari dinamika distribusi BBM di lapangan. Di satu sisi, masyarakat masih menghadapi tantangan waktu saat mengantre BBM subsitusi, namun di sisi lain, ruang publik ini membuka peluang ekonomi mikro bagi masyarakat lokal yang jeli melihat kesempatan.***
