Sang juara bertahan kategori pelajar SD tahun 2025, SDN 21 Sijuk, harus bertekuk lutut usai dipaksa menelan kekalahan tipis 0-1 atas tim tangguh SD IT Bina Insani.
Kekalahan ini menjadi sorotan hangat para penikmat futsal pelajar di Belitung. Performa SDN 21 Sijuk yang berstatus sebagai Juara bertahan tampak kehilangan "taring" dan gairah dominasi yang mereka tunjukkan pada tahun lalu.
Usut punya usut, teka-teki melempemnya sang juara bertahan tak lepas dari faktor krusial di balik layar, ketidakhadiran dua pemain andalan mereka, Sutra dan Rizki.
Dua motor serangan yang menjadi pilar utama serta kunci sukses SDN 21 Sijuk saat merengkuh trofi AAF Cup 2025 lalu tersebut kini resmi berpisah dengan tim.
Keduanya tidak lagi memperkuat sekolah lantaran sudah lulus dan menginjakkan kaki di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Absennya Sutra dan Rizki benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh skuad SD IT Bina Insani. Bermain disiplin, tenang, dan tak terpengaruh nama besar lawan, SD IT Bina Insani tampil baik sejak menit awal.
Meski SDN 21 Sijuk berjuang mati-matian mempertahankan gengsi sebagai tim papan atas, rapatnya barisan pertahanan SD Bina Insani membuat usaha mereka selalu menemui jalan buntu.
Satu gol penentu kemenangan SD IT Bina Insani sudah cukup untuk meruntuhkan dominasi sang juara bertahan dan mengunci skor 1-0 hingga pluit panjang dibunyikan.
Hasil manis ini membawa SD IT Bina Insani melangkah gagah ke babak selanjutnya sekaligus mengirimkan pesan ancaman bagi tim-tim lain.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi evaluasi besar serta tamparan keras bagi SDN 21 Sijuk untuk segera melakukan regenerasi dan menemukan ramuan anyar demi bangkit di laga-laga berikutnya. ***
