Kegiatan Nonton Bareng (Nobar) laga pamungkas antara Spanyol melawan Argentina ini mendadak jadi trending topic hangat.
Sayangnya, euforia sepak bola ini harus bersanding dengan realitas pahit yang sedang dihadapi warga Belitung yakni, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.
Di satu sisi, atmosfer sepak bola terasa begitu hidup. Setiap sudut kota, mulai dari kafe-kafe kekinian hingga warung kopi tradisional di Belitung, penuh sesak oleh lautan manusia yang menggelar Nobar.
Puncak kemeriahan ini terjadi di pusat kota Tanjungpandan, di mana pemerintahan Kabupaten Belitung menggelar acara Nobar besar-besaran yang berpusat di Bundaran Satam tepatnya di Titik Nol Kilometer Kota Tanjungpandan, kabupaten Belitung. Senin 20 Juli 2026.
Namun, di balik riuhnya sorak-sorai penonton ada pemandangan kontras yang menarik perhatian sekaligus memprihatinkan.
Saat layar kaca menampilkan kemegahan final piala dunia, layar realitas masyarakat Belitung justru dipenuhi oleh antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Untuk bisa mendapatkan beberapa liter Pertalite, masyarakat harus rela mengantre hingga berjam-jam.
Kelangkaan BBM subsidi ini menjadi ironi di tengah pesta pora sepak bola yang sedang berlangsung.
"Senang bisa nobar ramai-ramai di Bundaran Satam, tetapi setelah itu tetap harus pusing lagi mencari pertalite buat kerja," ujar salah satu warga yang hadir di lokasi Nobar.
Warga berharap, sehangat perhatian pemerintah daerah dalam memfasilitasi hiburan Nobar Piala Dunia bagi masyarakat, sehangat dan secepat itu pula solusi yang diberikan untuk mengatasi kelangkaan BBM yang kian mencekik. ***
