Kegiatan lintas budaya dan edukasi lingkungan ini diikuti oleh tiga mahasiswa dari Central Oregon Community College (COCC), tiga mahasiswa dari Universitas Bangka Belitung (UBB), University of Washington, dan Yayasan Satwa Primata Indonesia.
Kehadiran para peserta lintas negara ini membawa dampak positif bagi masyarakat setempat. Melalui rangkaian kegiatan di lapangan, para mahasiswa aktif mensosialisasikan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan makhluk hidup.
Tak sekadar berbagi ilmu, fleksibilitas dan keramahan para peserta dalam membaur dengan warga lokal mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Tanjung Rusa.
Kegiatan kolaboratif seperti ini dinilai mampu menjadi sarana promosi yang efektif bagi potensi pariwisata Pulau Belitung, khususnya di wilayah Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.
Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Desa Tanjung Rusa yang sigap memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan.
Ketua Pokdarwis Rusa Putih, Susilo, menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap dampak jangka panjang dari program ini.
Ia optimistis kawasan selatan Belitung memiliki daya tarik tersendiri yang mampu bersaing.
"Harapan kami ke depannya, Belitung Selatan, khususnya Desa Tanjung Rusa, dapat menjadi alternatif destinasi wisata baru di Pulau Belitung yang menawarkan paket ekowisata dengan sensasi berbeda," ujar Susilo.
Ia menambahkan bahwa salah satu produk wisata unggulan yang tengah disiapkan adalah paket pengamatan primata, khususnya lutung putih yang menjadi daya tarik langka kawasan ini.
"Untuk mewujudkan potensi ini, dibutuhkan komitmen bersama dari warga lokal (warlok) dan segenap stakeholder pemerintah. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa menjadikan Belitung sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia," tutupnya. ***


