Rombongan dosen dan mahasiswa dari Universitas Washington DC, Amerika Serikat, mendatangi desa ini untuk menerjunkan diri langsung ke lapangan guna meneliti keberadaan satwa langka, Lutung Putih Ekor Panjang (Silvery Lutung).
Tak tanggung-tanggung, para peneliti dari Negeri Paman Sam tersebut telah menetap dan berbaur dengan warga lokal selama dua minggu terakhir demi mengamati dari dekat perilaku serta habitat primata khas berambut keperakan ini.
Kepala Desa Tanjung Rusa, Zuhaidi, S.Ag, membenarkan kehadiran tim peneliti asing tersebut di wilayahnya.
"Kedatangan mereka memang khusus untuk melakukan penelitian Lutung Putih Ekor Panjang. Saat ini mereka sudah 15 hari menginap di desa kami," ujar Zuhaidi saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).
Zuhaidi menyatakan pihak pemerintah desa dan masyarakat menyambut hangat kehadiran para akademisi dunia tersebut.
Menurutnya, riset ini menjadi momentum berharga untuk mengenalkan potensi keanekaragaman hayati Tanjung Rusa ke kancah global.
Untuk diketahui, Lutung Putih (Silvery Lutung) yang mendiami kawasan Desa Tanjung Rusa merupakan salah satu satwa yang dilindungi.
Primata unik pemakan daun-daun muda ini memiliki ciri khas rambut keperakan dan ekor yang panjang. ***
