![]() |
| Foto Saat Rizky (8) dan Sutra ( 17) Mengikuti Turnamen Futsal Khela Cup Ke-7 di Kabupaten Belitung |
Belitung, gerubok.com- Sepak bola remaja di Pulau Belitung kini harus menyaksikan momen yang mengharukan sekaligus membanggakan.
Duet maut yang dikenal sebagai "Pasangan Emas" asal Desa Terong, Sutra dan Rizki, terpaksa harus berpisah karena tuntutan masa depan dan impian karier sepak bola yang lebih besar.
Sutra dan Rizki bukanlah nama asing di kancah sepak bola dan futsal Pulau Belitung.
Keduanya telah lama menjadi sorotan berkat koordinasi apik, kecepatan, dan naluri gol yang tajam saat berada di atas lapangan.
Selama ini, pasangan ini telah menyumbangkan segudang prestasi bagi tim maupun sekolah yang mereka bela, menjadi tulang punggung yang disegani lawan di berbagai turnamen.
Namun, kabar perpisahan datang menyusul langkah besar yang diambil oleh Rizki.
Pemain muda berbakat ini dikabarkan meninggalkan tanah kelahirannya untuk menimba ilmu pendidikan formal di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Malang, Jawa Timur.
Keputusan Rizki untuk pindah ke Malang bukan tanpa alasan. Prestasi yang ia ukir di tanah Belitung ternyata membuka pintu emas bagi masa depannya.
Rizki dikabarkan telah lolos seleksi dan resmi bergabung dengan Akademi Arema Malang, salah satu akademi sepak bola ternama di Indonesia yang dikenal rutin mencetak pemain-pemain berkualitas profesional.
Bagi masyarakat Desa Terong dan pecinta sepak bola di Belitung, kepergian Rizki meninggalkan kesan mendalam.
Selama bermain bersama, Sutra dan Rizki telah menjadi ikon semangat olahraga bagi rekan-rekan sebaya mereka.
Kombinasi permainan mereka seringkali menjadi penentu kemenangan dalam berbagai laga krusial, baik di lapangan hijau maupun lapangan futsal.
Dedikasi dan disiplin yang ditunjukkan keduanya di setiap turnamen telah memberikan banyak piala dan penghargaan bagi sekolah mereka.
Meski harus berpisah, dukungan penuh terus mengalir untuk keduanya. Sutra yang tetap bertahan di Belitung diharapkan mampu terus mengasah kemampuannya, sementara Rizki kini memikul tanggung jawab besar untuk membawa nama baik Desa Terong dan Pulau Belitung di level nasional melalui Akademi Arema Malang.
Perpisahan ini hanyalah jeda dalam perjalanan panjang mereka. Banyak pihak optimis bahwa suatu saat nanti, kedua bakat istimewa ini akan kembali bertemu, mungkin di panggung yang lebih tinggi, membawa kebanggaan bagi Desa Terong.
Langkah Rizki ke Malang menjadi bukti bahwa dengan talenta dan kerja keras, anak muda dari desa kecil sekalipun mampu menembus akademi sepak bola bergengsi di tanah air. Selamat mengejar mimpi, Rizki. ***
