Harga Timah Dunia Tembus Rp900 Ribu per Kg, Masyarakat Masih Jual Rp185–190 Ribu

Harga Timah Dunia Tembus Rp900 Ribu per Kg, Masyarakat Masih Jual Rp185–190 Ribu
      Foto by Mondox: Para pekerja tambang                                           sedang bekerja

Belitung, Gerubok.com-  Harga komoditas timah di pasar internasional saat ini berada pada level tinggi. Berdasarkan perdagangan di London Metal Exchange (LME), harga timah tercatat di kisaran USD 54.000 per metrik ton.

Jika dirupiahkan, angka tersebut setara dengan USD 54 per kilogram. Dengan asumsi nilai tukar USD 1 = Rp16.700, maka harga timah dunia saat ini berada di kisaran Rp900 ribu per kilogram.

Namun, tingginya harga timah di pasar global tersebut belum dirasakan oleh masyarakat Bangka Belitung, khususnya masyarakat Belitung dan Belitung Timur.

Hingga kini, timah hasil penambangan rakyat masih dijual dan dibeli di tingkat masyarakat dengan harga sekitar Rp185 ribu hingga Rp190 ribu per kilogram.

Perbandingan harga ini menunjukkan kesenjangan yang sangat jauh antara harga pasar dunia dan harga yang diterima masyarakat. 

Selisihnya mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram, kondisi yang dinilai sangat memprihatinkan di tengah naiknya harga timah global.

Sejumlah pihak menilai, meskipun penambang rakyat tidak mungkin menerima harga setara dengan LME karena adanya biaya peleburan, distribusi, serta margin industri, harga yang diterima masyarakat seharusnya lebih manusiawi dan berkeadilan.

Dengan harga timah dunia yang telah menyentuh Rp900 ribu per kilogram, setidaknya penambang rakyat di Belitung dan Belitung Timur layak menerima harga di kisaran Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per kilogram. 

Angka tersebut dinilai lebih realistis dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Kondisi saat ini dinilai miris, mengingat timah merupakan sumber daya alam daerah yang seharusnya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Bangka Belitung.

Diharapkan ke depan ada perhatian serta langkah konkret dari para pemangku kebijakan dan pihak terkait agar tata kelola serta rantai niaga timah lebih berpihak kepada masyarakat, sehingga kesejahteraan penambang rakyat dapat meningkat.

Sebagai catatan, harga timah dunia dan nilai tukar rupiah dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global, sementara harga di tingkat masyarakat masih dipengaruhi oleh mekanisme pembelian dan kebijakan yang berlaku. (Nop)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال