Belitung, gerubok.com – Menanggapi dinamika internal yang berkembang terkait perangkat pertandingan, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Belitung, H. MZ. Hendracaya, menggelar rapat koordinasi khusus bersama Ketua Komite Wasit dan jajaran wasit sepak bola se-Kabupaten Belitung.
Rapat strategis tersebut dilaksanakan di Kantor Sekretariat PSSI Kabupaten Belitung (Stadion Pangkallalang) pada Rabu malam (4/2/2026).
Pertemuan ini merupakan langkah cepat organisasi setelah diterimanya surat mosi tidak percaya yang ditujukan kepada Ketua Komite Wasit Belitung, Burhan Basri.
Poin Utama Dinamika Organisasi
Mosi tersebut diajukan berdasarkan sejumlah pertimbangan yang dinilai berdampak pada integritas dan profesionalisme kepemimpinan komite, di antaranya:
1. Dugaan ketidaknetralan dan ketidakkonsistenan dalam penugasan wasit.
2. Lemahnya pengawasan serta evaluasi kinerja yang memengaruhi kualitas pertandingan.
3. Kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan internal komite.
4. Komunikasi yang tidak optimal dengan klub dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui surat tersebut, pihak pemohon meminta pimpinan Askab PSSI Belitung untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah organisatoris guna menjaga marwah sepak bola daerah.
Tanggapan Komite Wasit
Ketua Komite Wasit Burhan Basri, merespons mosi tersebut dengan sikap kooperatif namun tetap tegas. Beliau menegaskan komitmennya terhadap aturan organisasi.
"Sebagai pengemban jabatan, saya menghargai kritik sebagai bagian dari dinamika berorganisasi untuk membangun kebersamaan. Namun, jika ini ditujukan secara tendensius tanpa dasar yang jelas, saya memiliki hak untuk membela diri dan menuntut pemulihan nama baik," ujar Burhan Basri.
Beliau juga menekankan loyalitasnya terhadap struktur kepemimpinan di Askab PSSI Belitung.
"Dalam berorganisasi, saya loyal terhadap jajaran pengurus (Ketum, Waketum, Sekum, dan anggota lainnya), terutama terkait keputusan resmi organisasi," tambahnya.
Komitmen Askab PSSI Belitung
Di sisi lain, Ketua Askab PSSI Belitung, H. MZ. Hendracaya, memastikan bahwa riak internal ini tidak akan mengganggu stabilitas kompetisi yang sedang atau akan berjalan.
"Kami mengedepankan asas kekeluargaan dan profesionalisme dalam menyelesaikan masalah ini. Fokus utama PSSI Belitung adalah memastikan integritas wasit tetap terjaga demi kemajuan sepak bola daerah," tegas Hendracaya.
Dari hasil rapat tersebut bahwa semua yang di mosikan tidak terbukti dan dengan di gelarnya rapat maka permasalahan terkait mosi di anggap selesai dan rasa kekeluargaan tetap terjaga. ***
