Belitung, gerubok.com- Manajemen PT Jojo Group, pengembang perumahan Puri Kirana, secara tegas membantah pemberitaan yang dimuat oleh salah satu media online di Belitung dengan penulis berinisial (S).
Berita tersebut menuding bahwa pekerja di PT Jojo Group dipaksa bekerja pada hari libur atau hari Minggu tanpa menerima upah tambahan.
Dikutip jejakkasus.co.id Owner Puri Kirana, Billy J, menyatakan keberatan atas narasi tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan atau sekadar opini sepihak.
"Apa yang ditulis oleh saudara (S) dalam medianya tidak benar. Kami menganggap itu berita opini yang tidak berdasar pada fakta lapangan," tegas Billy J saat memberikan keterangan pada Jumat (6/2/2026).
Kronologi dan Bantahan Perusahaan
Billy menjelaskan bahwa oknum wartawan tersebut tidak pernah melakukan konfirmasi secara langsung (tatap muka) mengenai kondisi pekerja. Komunikasi hanya dilakukan melalui pesan WhatsApp pada 4 Februari 2026, sehari sebelum berita tayang.
"Melalui WA, dia mempertanyakan apakah pekerja masuk di hari libur dan melakukan pekerjaan di luar keahliannya. Saya tanya balik, pekerja mana yang dimaksud, tukang atau staf lapangan? Namun pertanyaan saya tidak dijawab, dan tiba-tiba terbit berita yang seolah membenturkan kami dengan pekerja," ungkap Billy dengan nada kesal.
Setelah berita mencuat, manajemen langsung melakukan kroscek internal dengan mengumpulkan seluruh pekerja, kepala kantor, hingga tim marketing.
Hasilnya, seluruh pekerja mengaku tidak pernah ditemui oleh wartawan tersebut dan tidak pernah memberikan pernyataan keberatan terkait jam kerja.
Sistem Kerja Borongan dan Kesejahteraan
Terkait sistem kerja, Billy menjelaskan bahwa para pekerja di Puri Kirana mayoritas menggunakan sistem borongan.
Target Mandiri: Semakin banyak yang dikerjakan, semakin besar pendapatan yang mereka terima.
Fleksibilitas: Para pekerja seringkali memilih bekerja hingga malam atau di hari libur atas kemauan sendiri demi mengejar target pendapatan.
Kesejahteraan: Perusahaan memberikan sistem penggajian hingga 14 kali dalam setahun (melebihi standar umum 12 kali).
"Kami mengedepankan kekeluargaan. Setiap tahun kami rutin mengadakan liburan bersama keluarga besar karyawan hingga menyewa empat kapal, serta merayakan hari besar keagamaan bersama tanpa ada jarak," tambah Billy.
Kesaksian Karyawan
Senada dengan owner, Kepala Kantor Puri Kirana, Fitrianti, yang telah bergabung selama 7 tahun, mengaku kaget dengan pemberitaan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran staf di hari libur justru merupakan inisiatif tim marketing untuk melayani konsumen.
"Konsumen biasanya punya waktu luang di hari libur. Kami yang meminta kepada Owner agar kantor dibuka karena kami tidak ingin mengecewakan pembeli. Ini murni kesenangan kami sebagai marketing jika berhasil memasarkan unit, bukan karena tekanan," jelas Fitri.
Himbauan untuk Profesionalisme Media
Menutup pernyataannya, Billy J menyesalkan penggunaan 'sumber terpercaya' yang misterius dalam berita tersebut, mengingat lokasi Puri Kirana bukanlah ruang publik terbuka.
"Saran saya, tulislah berita sesuai fakta, bukan berdasarkan opini atau hoaks, agar sesuai dengan tupoksi jurnalisme yang bermartabat," tutup Billy. ***
