![]() |
| Suasana Selebes FC saat mengadakan pertemuan sesama tim usai laga mereka melawan Mustofa FC, Selasa 18 November 2025 malam. (Foto: M. Tahir) |
Belitung, gerubok.com - Suhu pertandingan di Stadion Pangkallalang kembali memanas setelah laga antara Selebes FC vs Mustofa FC pada Selasa siang, 18 November 2025, harus terhenti lebih cepat.
Pada laga tersebut, Selebes FC memilih meninggalkan lapangan pada babak kedua usai memprotes keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada salah satu pemainnya.
Keputusan wasit itu dianggap tidak tepat oleh pihak Selebes FC, sehingga tim yang berasal dari Desa Tanjung Binga tersebut memilih tidak lagi melanjutkan permainan.
Manajer Selebes FC, Muhammad Tahir, dalam keterangan resmi yang diterima gerubok.com, menyampaikan bahwa pihaknya merasa dirugikan dan menganggap tidak adil atas keputusan pengadil lapangan.
Menurut Tahir, momen yang memicu ketegangan terjadi ketika pemain Selebes FC bernomor punggung 23 diganjar kartu merah secara langsung.
“Kami merasa dizalimi dan diperlakukan tidak adil. Selama pertandingan wasit tampak arogan dan tidak menerima kritikan. Pemain kami belum pernah menerima kartu, namun tiba-tiba diberikan kartu merah. Padahal pelanggarannya tidak fatal—bolanya masih di udara dan kiper lawan hendak menangkapnya. Setelah terjadi benturan, yang harusnya jika dianggap pelanggaran wasit seharusnya hanya memberikan kartu kuning bukan kartu merah,” jelas Tahir.
Ia menambahkan bahwa insiden susulan juga dianggap tidak seimbang dalam penilaian wasit.
“Pemain lawan sempat menendang tubuh pemain kami yang terjatuh, dan tidak diberi kartu kuning. Jika ingin fair, semestinya itu diberikan kartu yang sama,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Muhammad Tahir juga menyoroti terjadinya gol di babak pertama yang menurut pihaknya mengandung unsur pelanggaran.
“Gol di babak pertama itu juga kami pertanyakan. Kami menilai terjadi pelanggaran ketika kiper kami sudah menangkap bola, namun pemain lawan menabrak kiper sehingga bola terlepas dan berujung gol. Secara kasat mata, kami melihat hakim garis sempat mengangkat bendera. Lalu mengapa saat mengesahkan gol itu tidak ada komunikasi antara perangkat wasit?” tanyanya.
Atas situasi tersebut, Selebes FC memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan dan pihaknya juga meminta klarifikasi dari pihak penyelenggara dengan harapan kejadian serupa tidak lagi terjadi selama turnamen.
“Kami keluar lapangan pada sekitar menit ke-45 babak kedua karena merasa pertandingan tidak lagi kondusif dan tidak sportif. Kami meminta klarifikasi resmi dari penyelenggara agar kejadian seperti ini tidak terulang di pertandingan lain di Pulau Belitung yang kita cintai ini,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi tengah berupaya meminta tanggapan dari pihak penyelenggara Turnamen Al Fa Gama baik itu wasit yang memimpin pertandingan hingga panitia.***
