Distribusi Air Macet Sejak 2025, Pengembang Puri Kirana Desak Solusi Cepat dari PDAM



Belitung, gerubok.com – Masalah distribusi air bersih di Perumahan Puri Kirana 5, Jalan Mualim, Desa Air Merbau, kembali menjadi sorotan. Warga setempat mengeluhkan aliran air yang tidak menentu dan sering mati total, sebuah persoalan yang kabarnya sudah muncul sejak pertengahan tahun 2025 namun belum menemui solusi permanen.

Menanggapi hal tersebut, Munandar Motong selaku Direktur Perumda Air Minum Tirta Batu Mentas Kabupaten Belitung menjelaskan bahwa gangguan tersebut murni disebabkan oleh kendala teknis. Ia memaparkan bahwa operasional instalasi pengolahan air (WTP) sangat bergantung pada faktor eksternal seperti cuaca.

"Saat cuaca ekstrem atau hujan deras disertai petir, mesin WTP harus dinonaktifkan demi keamanan. Pasca pengaktifan kembali, diperlukan waktu sekitar satu hingga dua jam untuk menormalkan tekanan air di jaringan pipa," jelas Munandar pada Minggu (5/4/2026).

Faktor geografis juga memperumit masalah. Karena posisi Puri Kirana 5 berada di ujung jalur distribusi yang bersumber dari Air Serkuk dan Batu Mentas, kawasan ini menjadi yang paling lambat menerima aliran air setiap kali terjadi pemulihan sistem. Meski begitu, pihak PDAM menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap demi mengoptimalkan pelayanan.

Sebagai pimpinan yang baru menjabat, Munandar menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas gangguan ini dan memastikan bahwa keluhan masyarakat menjadi prioritas pembenahan manajemennya.

Di sisi lain, pihak pengembang perumahan merasa ikut terbebani oleh situasi ini. Direktur Perumahan Puri Kirana, Billy Jubilar, menyatakan bahwa pihaknya telah memenuhi seluruh prosedur kerja sama dengan PDAM sejak awal proyek dimulai.

"Kami memiliki nota kesepahaman resmi dengan PDAM, dan saat ini sudah ada 30 rumah yang berdiri. Kami bahkan sudah menyiapkan deposit daya listrik untuk kapasitas hingga seratus hunian," ungkap Billy.

Menurutnya, tekanan dari warga terus meningkat karena air sering kali tersendat. Pihak pengembang sempat menerima informasi mengenai adanya kebocoran pipa serta kerusakan mesin di lapangan. 

Billy menegaskan jika kondisi ini berlarut-larut, pihaknya mungkin terpaksa mencari solusi mandiri seperti pembuatan sumur bor, meski hal tersebut sebenarnya di luar rencana awal yang mengandalkan PDAM.

"Ini mengenai kebutuhan primer masyarakat. Kami berharap PDAM segera mengambil langkah nyata karena manajemen perumahan terus ditagih oleh para penghuni," tutupnya.

Hingga saat ini, warga masih menanti kepastian jadwal distribusi air yang stabil, sementara manajemen perumahan terus berkoordinasi mencari jalan keluar terbaik bagi seluruh pelanggan.***

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال