Panitia penyelenggara secara aktif memberikan ruang dan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk membuka lapak di sekitar arena pertandingan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya panitia agar kegiatan olahraga yang digelar turut melibatkan dan menguntungkan masyarakat secara langsung.
Sejak turnamen dimulai pada Sabtu, 10 Januari 2026, kawasan sekitar Lapangan Voli Air Buntar tampak ramai oleh pedagang makanan dan minuman. Tingginya animo penonton yang datang menyaksikan pertandingan dari siang hingga malam hari menjadi peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan.
Salah satu pedagang makanan dan minuman, Kak Adeng (39) mengaku sangat merasakan dampak positif dari berlangsungnya turnamen tersebut.
“Alhamdulillah, kalau hari biasa saya hanya mendapatkan sekitar Rp300 ribu per hari. Namun selama turnamen Voli Lembonk Cup 2026 ini, apalagi sudah memasuki hari kelima, keuntungan bisa mencapai kurang lebih Rp600 ribu per hari,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan keramaian seperti turnamen olahraga ini terus dilaksanakan, agar dapat membantu perekonomian masyarakat, terutama bagi para pedagang UMKM seperti dirinya.
Panitia berharap keberadaan UMKM di sekitar lokasi pertandingan dapat terus memberi manfaat timbal balik. Selain membantu perekonomian warga, kehadiran pedagang juga turut mendukung kelancaran dan kenyamanan penonton selama menyaksikan pertandingan.
Melalui Lembonk Cup 2026, panitia menegaskan komitmennya bahwa turnamen ini tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga menjadi sarana penggerak ekonomi lokal serta wadah pemberdayaan masyarakat Desa Membalong, khususnya di Dusun Air Buntar (Nop)


