Strategi Adakami dalam Mencapai Customer Acquisition melalui Pemasaran di Media Sosial

Review Pinjaman Adakami
Adakami. (gerubok.com)

GERUBOK aplikasi | Pengguna aktif media sosial mungkin pernah mendengar iklan dari PT Pembiayaan Digital Indonesia (Adakami), sebuah perusahaan fintech peer-to-peer (P2P) lending.

Menurut Presiden Direktur Adakami, Bernardino M. Vega, iklan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan nasabah baru.

“Bagi kami, akuisisi pelanggan sangat penting di dalam platform. Kami bergantung pada bagaimana kami memasarkan produk untuk mendapatkan satu pelanggan,” kata Bernardino M. Vega, atau yang biasa dipanggil Dino, saat diwawancarai di SCBD Jakarta pada Rabu (13/6).

Ia menjelaskan bahwa mereka telah melakukan pemasaran di berbagai platform seperti YouTube, Facebook, dan media sosial lainnya.

Iklan Adakami

Dalam iklan tersebut, Dino menjelaskan bahwa Adakami selalu berusaha untuk mengedukasi masyarakat agar bertindak bijaksana dalam mengambil pembiayaan. Hal ini sesuai dengan pedoman iklan jasa keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu, mereka yakin bahwa setiap iklan yang mereka miliki telah sesuai dengan peraturan.

“Dalam hal iklan dan pesan yang disampaikan kepada masyarakat, OJK sangat memperhatikannya. Kami telah mematuhi aturan yang ditetapkan,” ujar Dino.

Di sisi lain, Adakami terus berupaya meningkatkan pembiayaan yang mereka tawarkan. Dino mencatat bahwa pembiayaan Adakami tumbuh sebesar 19 persen selama Ramadan dan Lebaran 2023.

Sebagai informasi tambahan, OJK telah melakukan pengawasan terhadap perilaku pelaku jasa keuangan dalam hal iklan. Pada tahun 2022, melalui Sistem Pemantauan Iklan Jasa Keuangan (SPIKE), OJK telah memantau 21.373 iklan dan menemukan 460 iklan yang melanggar ketentuan perlindungan konsumen dan masyarakat.

Salah satu pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah ketidakmencantumkan frasa syarat dan ketentuan yang berlaku dalam iklan. Selain itu, penyelenggara juga tidak menyebutkan adanya kuota terbatas, persediaan hadiah yang terbatas, atau informasi sejenis mengenai kuota atau hadiah yang tersedia. Beberapa iklan juga tidak menyertakan informasi yang dapat membatalkan janji manfaat yang tercantum dalam iklan tersebut. Beberapa iklan yang melanggar tersebut telah diberi peringatan dan beberapa di antaranya sudah tidak ditayangkan lagi.


Sumber: fortuneidn

Temukan Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Viral dan Berita Hari Ini dari gerubok lainnya di Google News.


NPost Cyber News

SATAM CYBER NEWS