Pusing: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya

Pusing
Foto diambil dari google images.

Gerubok KesehatanPusing adalah sensasi seperti berputar, kliyengan, melayang, atau kondisi ketika kamu merasa akan pingsan. Pusing bisa terjadi pada siapa saja dengan sensasi yang berbeda pada setiap orang.

Sebenarnya, pusing bukanlah penyakit, melainkan gejala dari perubahan tubuh atau gangguan kesehatan. Pusing menjadi gejala yang sering muncul, tetapi sering kali tidak berbahaya.

Meskipun demikian, pusing tetap perlu pemeriksaan dokter, terlebih jika terjadi secara terus-menerus.

Penyebab Pusing

Pusing memiliki banyak kemungkinan penyebab, termasuk gangguan telinga bagian dalam, mabuk perjalanan, dan efek pengobatan. Terkadang pusing juga disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mendasarinya. Seperti sirkulasi darah yang buruk, infeksi, atau cedera.

Baca Juga: Ciri-Ciri Penyakit Jantung: Mengenal Gejala, Faktor Risiko, dan Pencegahan

Cara pusing yang membuat kamu tidak nyaman sering kali memberikan petunjuk kemungkinan penyebab. Berapa lama pusing berlangsung dan gejala lain yang menyertainya juga membantu menentukan penyebabnya.

Masa telinga bagian dalam yang menyebabkan vertigo

Keseimbangan tergantung pada masukan gabungan dari berbagai bagian sistem sensorik. Hal ini termasuk:

  • Mata, yang membantu menentukan di mana tubuh berada dan bagaimana ia bergerak.
  • Saraf sensorik, yang mengirim pesan ke otak tentang gerakan dan posisi tubuh.
  • Telinga bagian dalam, yang tampaknya berperan dalam membantu mendeteksi gravitasi dan gerakan maju mundur.

Sementara itu, vertigo adalah perasaan ‘palsu’ ketika lingkungan di sekitarmu sedang berputar atau bergerak. Dengan gangguan telinga bagian dalam, otak menerima sinyal dari telinga bagian dalam yang tidak sesuai dengan apa yang diterima mata dan saraf sensorik.

Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)

Kondisi ini menyebabkan perasaan yang intens dan singkat bahwa tubuh sedang berputar atau bergerak. Episode ini dipicu oleh perubahan gerakan kepala yang cepat. Seperti saat kamu membalikkan badan di tempat tidur, duduk, atau mengalami pukulan di kepala. BPPV adalah penyebab paling umum dari vertigo.

Infeksi

Infeksi virus pada saraf vestibular, yang disebut neuritis vestibular, dapat menyebabkan vertigo yang intens dan konstan. Jika kamu juga mengalami gangguan pendengaran mendadak, kemungkinan juga mengalami labirinitis.

Penyakit Meniere

Penyakit ini melibatkan penumpukan cairan yang berlebihan di telinga bagian dalam. Kondisi ini ditandai dengan episode vertigo mendadak yang berlangsung selama beberapa jam.

Lihat Juga: Sering Mengalami Sakit Kepala saat Kehamilan? Berikut Cara Mengatasi Sakit Kepala pada Ibu Hamil yang Aman

Kamu mungkin juga mengalami gangguan pendengaran yang berfluktuasi, telinga berdenging, dan perasaan telinga tersumbat.

Migrain

Orang yang mengalami migrain mungkin mengalami episode vertigo atau jenis pusing lainnya. Bahkan, ketika mereka tidak mengalami sakit kepala yang parah. Episode vertigo seperti itu dapat berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam, dan dapat dikaitkan dengan sakit kepala, sensitivitas cahaya, dan kebisingan.

Masalah sirkulasi darah

Seseorang mungkin merasa pusing, pingsan, atau kehilangan keseimbangan jika jantung tidak memompa cukup darah ke otak. Penyebabnya antara lain:

  • Penurunan tekanan darah. Penurunan drastis dalam tekanan darah sistolik, dapat menyebabkan pusing ringan atau perasaan akan pingsan. Hal ini dapat terjadi setelah duduk atau berdiri terlalu cepat. Kondisi ini juga disebut hipotensi ortostatik.
  • Sirkulasi darah yang buruk. Kondisi seperti kardiomiopati, serangan jantung, aritmia jantung, dan serangan iskemik transien dapat menyebabkan pusing. Selain itu, penurunan darah dapat menyebabkan aliran darah yang tidak memadai ke otak atau telinga bagian dalam.

Penyebab Pusing Lainnya

  • Kondisi neurologis. Beberapa gangguan neurologis (seperti penyakit Parkinson dan multiple sclerosis) dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan secara progresif.
  • Obat-obatan. Pusing bisa menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu. Seperti obat antikejang, antidepresan, dan obat penenang. Secara khusus, obat penurun tekanan darah dapat menyebabkan pingsan jika terlalu banyak menurunkan tekanan darah.
  • Gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan tertentu dapat menyebabkan pusing atau perasaan pusing. Kondisi ini termasuk serangan panik dan ketakutan meninggalkan rumah atau berada di ruang terbuka yang luas (agorafobia).
  • Kadar zat besi rendah (anemia). Pengidap anemia bisa mengalami pusing dan gejala lainnya seperti kelelahan, kelemahan, dan kulit pucat.
  • Gula darah rendah (hipoglikemia). Kondisi ini umumnya terjadi pada pengidap diabetes yang menggunakan insulin. Pusing (sakit kepala ringan) dapat disertai dengan berkeringat dan kecemasan.
  • Keracunan karbon monoksida. Gejala keracunan karbon monoksida sering digambarkan mirip dengan flu. Termasuk gejala berupa sakit kepala, pusing, lemas, sakit perut, muntah, nyeri dada, dan kebingungan.
  • Udara panas dan dehidrasi. Jika kamu sedang aktif dalam cuaca panas atau tidak minum cukup cairan, kamu mungkin merasa pusing karena kepanasan (hipertermia) atau dehidrasi.

Faktor Risiko Pusing

Faktor yang dapat meningkatkan risiko pusing meliputi:

  • Usia. Orang dewasa yang lebih tua cenderung memiliki kondisi medis yang menyebabkan pusing. Mereka juga lebih cenderung minum obat yang dapat menyebabkan pusing.
  • Episode pusing sebelumnya. Jika kamu pernah mengalami pusing sebelumnya, kemungkinan besar akan mengalami pusing di kemudian hari.

Gejala Pusing

Pusing dapat muncul dengan gejala berikut ini:

  • Merasa kehilangan keseimbangan atau seperti melayang.
  • Kliyengan.
  • Kepala terasa berat.
  • Merasa kondisi di sekitar seperti berputar.

Pusing dapat terjadi secara mendadak atau perlahan, bisa hanya singkat, atau berkepanjangan. Gangguan kesehatan ini pun dapat bertambah buruk saat berdiri, berjalan, duduk, menggerakkan kepala, atau berbaring. Pusing juga bisa diikuti dengan gejala lemas, perut mual, muntah, dan keringat dingin.

Mungkin Tertarik: 7 Manfaat Kunyit Putih untuk Wanita, Nomor 3 Sangat Dianjurkan Pria

Diagnosis Pusing

Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menanyakan gejala yang dirasakan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Setelahnya, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik sebagai berikut:

  • Tes keseimbangan guna mengetahui fungsi otak dengan melihat cara pengidap berjalan.
  • MRI atau CT scan guna mengetahui adanya masalah pada kepala atau otak.
  • Pemeriksaan darah guna mengetahui kadar zat besi dan gula darah.

Pengobatan Pusing

Perawatan pusing berfokus pada penyebab yang mendasarinya. Dalam kebanyakan kasus, pengobatan rumahan dan perawatan medis dapat mengontrol penyebab pusing. Sebagai contoh:

  • Masalah telinga bagian dalam dapat dikelola dengan obat-obatan dan latihan di rumah yang dapat membantu mengontrol keseimbangan.
  • Pusing dapat diatasi dengan manuver yang dapat membantu meringankan gejala. Pembedahan adalah pilihan bagi pengidap pusing yang tidak terkontrol.
  • Penyakit Meniere diobati dengan diet rendah garam yang sehat, suntikan, atau operasi telinga.
  • Migrain diobati dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Seperti belajar mengidentifikasi dan menghindari pemicu migrain.
  • Obat-obatan dan teknik mengurangi kecemasan dapat membantu gangguan kecemasan.
  • Minum banyak cairan dapat membantu ketika pusing disebabkan oleh olahraga berlebihan, panas, atau dehidrasi.

Jika pusing tidak membaik, dokter mungkin akan memberikan beberapa pilihan obat berikut ini:

  • Obat diuretik untuk penanganan penyakit Meniere.
  • Obat antihistamin dan antikolinergik guna mengatasi vertigo dan mual.
  • Obat untuk mengurangi kecemasan.

Selain konsumsi obat, ada beberapa terapi yang mungkin dapat dilakukan guna membantu mengurangi gejala pusing. Contohnya seperti terapi perubahan posisi kepala atau terapi Epley untuk mengatasi vertigo, psikoterapi, dan terapi keseimbangan.

Komplikasi Pusing

Pusing dapat meningkatkan risiko terjatuh dan melukai diri sendiri. Mengalami pusing saat mengendarai mobil atau mengoperasikan alat berat dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Kamu mungkin juga mengalami konsekuensi jangka panjang jika kondisi yang menyebabkan pusing tidak diobati.

Pencegahan Pusing

Untuk mencegah sesuatu yang buruk terjadi saat pusing, ikuti tips berikut ini saat mengalami serangan pusing berulang:

  • Segera duduk atau berbaring saat merasa pusing. Istirahatlah sampai pusing tersebut hilang. Hal ini dapat mencegah kemungkinan kehilangan keseimbangan yang dapat menyebabkan jatuh dan cedera serius.
  • Jika perlu gunakan tongkat atau alat bantu jalan untuk stabilitas.
  • Selalu gunakan pegangan tangan saat berjalan naik atau turun tangga.
  • Lakukan aktivitas yang meningkatkan keseimbangan, seperti yoga dan Tai Chi.
  • Hindari berpindah posisi secara tiba-tiba.
  • Hindari mengendarai mobil atau mengoperasikan alat berat jika sering mengalami pusing tanpa gejala.
  • Hindari konsumsi kafein, alkohol, dan tembakau.
  • Minumlah setidaknya delapan gelas (2-3 liter) air sehari, tidur tujuh jam atau lebih, dan hindari situasi yang membuat stres.
  • Konsumsi makanan sehat yang terdiri dari sayuran, buah-buahan, dan protein tanpa lemak untuk membantu mencegah pusing.
  • Jika menduga pusing disebabkan oleh obat, segera bicarakan dengan dokter.
  • Selalu bicarakan pada dokter jika merasa khawatir tentang frekuensi atau tingkat keparahan pusing yang kamu alami.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Sebenarnya, pusing bukanlah suatu kondisi yang selalu perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, kamu tetap harus berhati-hati karena pusing juga bisa menjadi gejala dari penyakit serius.

Jangan Lewatkan: Penyakit Kulit: Panduan Lengkap tentang Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Segera konsultasikan diri kamu dengan dokter jika kamu mengalami pusing yang sering kambuh dan tidak sembuh dalam beberapa hari, atau jika pusing muncul secara mendadak.

Seputar Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa yang harus saya lakukan jika saya mengalami serangan pusing mendadak?

Segera duduk atau berbaring untuk mencegah kecelakaan akibat hilangnya keseimbangan. Istirahatlah sampai pusing mereda.

2. Bagaimana cara mengidentifikasi penyebab pusing?

Penyebab pusing dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan dokter, termasuk tes keseimbangan, MRI atau CT scan, dan pemeriksaan darah.

3. Apakah pusing selalu berbahaya?

Tidak selalu. Pusing bisa menjadi gejala penyakit serius, tetapi seringkali dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat.

4. Bagaimana cara mencegah pusing?

Langkah-langkah pencegahan meliputi menghindari perubahan posisi yang tiba-tiba, minum banyak air, tidur cukup, dan menghindari faktor risiko seperti kafein, alkohol, dan tembakau.

Jangan Lupakan: Cara Mengatasi Mulut Pahit dan Ketahui Apa Penyebabnya?


Temukan Berita Terkini, Berita TerbaruBerita ViralBerita Bisnis, Berita Kesehatan dan Berita Hari Ini dari gerubok lainnya di Google News.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NPost Cyber News

SATAM CYBER NEWS