Tingginya Permintaan, Potensi Bisnis Properti TOD yang Menjanjikan

Bisnis Properti TOD
Bisnis Properti TOD

GERUBOK BisnisJAKARTA. Pembangunan properti bisnis berbasis Transit Oriented Development (TOD) semakin menarik perhatian di kota-kota besar Indonesia seiring dengan pesatnya perkembangan infrastruktur transportasi umum.

Dalam penelitian yang berjudul “Apakah Apartemen TOD Lebih Diinginkan?” yang dirilis pada April 2023, Colliers Indonesia menyimpulkan bahwa bisnis properti TOD menunjukkan prospek yang cerah.

Proyek-proyek TOD dinilai lebih stabil secara ekonomi dibandingkan dengan proyek non-TOD, terutama selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Penjualan Properti TOD meningkat

Data dari Colliers menunjukkan bahwa penjualan properti TOD meningkat sebesar 10,3% hingga akhir tahun 2022. Di sisi lain, proyek non-TOD hanya mencatatkan pertumbuhan penjualan rata-rata sebesar 3,8% pada periode yang sama.

Dari pembeli properti TOD, sebanyak 61% merupakan pengguna akhir atau end user, sedangkan sisanya sebanyak 39% adalah investor. Properti TOD biasanya menarik minat pengguna akhir yang sangat bergantung pada transportasi umum dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Faktanya, investor juga tertarik untuk berinvestasi pada properti TOD dengan harapan unit-unit tersebut akan lebih menarik bagi penyewa karena dekat dengan transportasi umum,” tulis Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers Indonesia dalam penelitian tersebut.

Ke depannya, kebutuhan akan hunian berbasis TOD diperkirakan akan meningkat seiring dengan kenaikan tarif tol secara berkala, peningkatan harga bahan bakar minyak, pajak kendaraan bermotor, pembatasan nomor plat ganjil, tarif parkir yang tinggi, dan penerapan Electronic Road Pricing (ERP) di beberapa jalan di Jakarta.

Belum lagi, masyarakat juga menghadapi masalah kemacetan yang tidak sebanding dengan penambahan jalan, sehingga permintaan akan hunian TOD terus meningkat.

Namun, keberhasilan implementasi TOD juga tergantung pada upaya pemerintah dalam menyediakan infrastruktur transportasi massal yang terjangkau dan ramah lingkungan.

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP)

Salah satu perusahaan yang aktif mengembangkan proyek properti TOD adalah PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).

Menurut Bayu Purwana, Sekretaris Perusahaan Adhi Commuter Properti, proyek hunian TOD yang dikembangkan oleh ADCP terus berjalan dengan baik. Beberapa hunian sudah diserahterimakan kepada konsumen, seperti LRT CITY Jatibening, LET CITY Sentul, LRT CITY Bekasi-Eastern Green, dan Adhi City Sentul. Proyek-proyek tersebut berdekatan dengan stasiun LRT Jabodebek yang diharapkan dapat beroperasi tahun ini.

Hunian berkonsep TOD oleh ADCP tidak hanya terintegrasi dengan stasiun LRT, tetapi juga dengan jalur KA Commuter Line seperti Grand Central Bogor – Member of LRT CITY dan Cisauk Point – Member of LRT CITY.

“Selain itu, ada juga hunian TOD yang terintegrasi langsung dengan Bus Rapid Transit (BRT), yaitu Oase Park – Member of LRT CITY,” ujar Bayu pada Kamis (18/5).

Secara umum, ADCP percaya bahwa bisnis properti berbasis TOD memiliki prospek yang cerah. Hal ini terlihat dari tingginya minat masyarakat menjelang beroperasinya LRT Jabodebek pada tahun 2023. Dengan proyek TOD, ADCP berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp 235 miliar pada kuartal I-2023.

Bayu juga menyebutkan bahwa setelah proyek LRT Jabodebek selesai, terdapat potensi kenaikan harga hunian TOD milik ADCP hingga lebih dari 50%. Harga rata-rata hunian TOD dari anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini berkisar antara Rp 400 juta hingga Rp 700 juta.

ADCP juga memastikan bahwa pengembangan hunian TOD akan terus berlanjut. Salah satu contohnya adalah LRT CITY Cikunir yang akan diluncurkan pada kuartal IV-2023.

Proyek Properti TOD

Selain ADCP, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) juga aktif dalam mengembangkan proyek properti TOD. APLN menggarap proyek Kota Podomoro Tenjo yang memiliki konsep TOD di wilayah pinggiran Jakarta. Proyek ini terintegrasi dengan Stasiun Tenjo dan Tigaraksa yang menghubungkan arus penumpang dari dan menuju Jakarta.

Agung Wirajaya, Direktur Pemasaran Agung Podomoro Land, mengklaim bahwa proyek Kota Podomoro Tenjo telah mencapai penjualan yang positif. Sejak Agustus 2022, telah terjual lebih dari 5.000 unit rumah di Kota Podomoro Tenjo. “Rentang harga rumah di sana mulai dari Rp 250 juta hingga Rp 1 miliar,” katanya pada Selasa (16/5) lalu.

APLN juga memiliki proyek Podomoro Golf View Cimanggis yang berlokasi sekitar 100 meter dari pintu keluar Cimanggis di jalan tol Jagorawi. Proyek ini telah dikembangkan sejak tahun 2018 dan berdekatan dengan proyek LRT Jabodebek.

Podomoro Golf View

Hingga saat ini, telah terjual 5.000 unit apartemen di Podomoro Golf View dengan harga berkisar antara Rp 400 juta hingga Rp 900 juta. Proyek ini juga telah berhasil menjual 600 unit rumah dengan harga antara Rp 1 miliar hingga Rp 3,5 miliar.

Agung berpendapat bahwa prospek hunian berbasis TOD akan semakin positif di tahun-tahun mendatang. Permintaan terhadap properti TOD terus meningkat, terutama dari kalangan pekerja yang membutuhkan tempat tinggal dekat dengan akses transportasi umum, sehingga mobilitas mereka menjadi lebih efisien.

Meskipun tidak secara rinci disebutkan, APLN tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan proyek bisnis properti TOD di lokasi lain yang sudah memiliki infrastruktur yang siap mendukung konsep tersebut. “Kami akan terus mengembangkan kawasan TOD di lokasi-lokasi yang memiliki infrastruktur yang mendukung,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *